Dian Sandi Utama: Proyek Kereta Cepat Jokowi Bukan Pembodohan
Sumber Foto: Facebook
Logika Utama

Dian Sandi Utama: Proyek Kereta Cepat Jokowi Bukan Pembodohan

Aktivis media sosial yang juga kader PSI, Dian Sandi Utama, meluapkan amarahnya menanggapi tudingan sejumlah pihak yang menyebut proyek-proyek era Presiden Joko Widodo (Jokowi), termasuk Kereta Cepat Whoosh. sebagai bentuk “pembodohan terhadap bangsa.”

Melalui akun X (Twitter) miliknya, @DianSandiU, pada Rabu (23/10/2025), Dian dengan tegas membantah anggapan tersebut.

Ia menilai tudingan itu tidak berdasar dan mencerminkan cara berpikir yang sempit.

“Membodohi apa? Kalau logika kalian mau dipaksakan, tidak akan punya apa-apa Republik ini sampai kiamat,” ujar Dian dengan nada geram.

Menurutnya, keberanian Jokowi untuk mengambil risiko dengan membangun proyek infrastruktur besar seperti kereta cepat justru patut diapresiasi, bukan dicemooh.

“Untung Pak Jokowi berani memulainya,” lanjutnya.

Dian juga menegaskan bahwa proyek serupa di berbagai negara lain menghadapi situasi pembiayaan yang tidak jauh berbeda, termasuk soal utang jangka panjang dan restrukturisasi proyek.

“Kondisinya sama semua, termasuk yang di luar negeri. Cek aja!” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) akan direstrukturisasi hingga 60 tahun.

Langkah ini diambil agar beban pembayaran menjadi lebih ringan dan proyek tetap berkelanjutan.

“Kemarin kita bicara dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tidak ada masalah. Karena kalau kita restructuring 60 tahun, itu kan jadi lebih kecil,” ujar Luhut dalam acara 1 Tahun Prabowo–Gibran, Selasa (22/10/2025).

Ia menjelaskan, dengan skema baru tersebut, kewajiban pembayaran tahunan dapat ditekan menjadi sekitar Rp2 triliun per tahun, sementara penerimaan dari operasional bisa mencapai Rp1,5 triliun.

“Kita mau lakukan restrukturisasi dengan pihak Tiongkok, dan mereka sudah setuju,” ungkapnya.

Luhut menambahkan, proyek kereta cepat tidak hanya mempercepat mobilitas warga di kawasan Jakarta–Bandung, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan polusi di wilayah penyangga ibu kota.

“Proyek ini sudah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi transportasi, tetapi juga dari efisiensi waktu dan lingkungan,” tutupnya.

Dengan pernyataan ini, baik Dian Sandi Utama maupun Luhut Binsar Pandjaitan sama-sama menegaskan bahwa proyek Whoosh bukanlah kesalahan atau pembodohan, melainkan warisan keberanian Jokowi dalam membangun fondasi kemajuan infrastruktur Indonesia.