BCA Expoversary 2026 Dorong Pengunjung Berbelanja untuk Ekonomi
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong berharap baik nasabah ataupun pengunjung BCA Expoversary 2026 bisa membelanjakan uangnya.
Oleh Septian Deny
Diterbitkan 08 Februari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Tanya apapun tentang artikel ini...
Cari
Paling sering ditanyakan
Apa itu BCA Expoversary 2026?
Apa yang ditawarkan Warung Bakti BCA?
Bagaimana cara mendapatkan makanan gratis di Warung Bakti BCA?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Aroma masakan di Hall 3 ICE BSD City, tempat dilangsungkannya BCA Expoversary 2026, menyusup hidung dan mengusik keinginan untuk mengudap makanan. Puluhan tenant makanan yang memasak hampir bersamaan menjelang waktu makan tiba beradu dengan aroma kopi dan kue yang dipanggang.
Semua itu menggoda pengunjung BCA Expoversary 2026 untuk mencari menu penggugah rasa. Di sisi lain, pengunjung sudah menempati meja masing-masing. Sebagian duduk berkelompok, lainnya menempati meja masing-masing tanpa bercakap.
BACA JUGA: RUPST, BCA Bongkar Jajaran Komisaris dan Direksi
BACA JUGA: Dividen BBCA Tahun Buku 2025 Ditetapkan Rp 336 per Saham, Setara 72% Laba Bersih
BACA JUGA: Jadwal Operasional BCA di Libur dan Cuti Bersama Idul Fitri 2026
Keinginan mereka sederhana; menikmati makan dan atau minum sambil duduk, usai lelah mengelilingi area BCA Expoversary 2026 di Hall 1 hingga 10 ICE BSD, Tangerang.
Advertisement
Satu lagi tenant yang cukup diminati pengunjung adalah Warung Bakti BCA. Mengusung tema tempo dulu, Warung Bakti BCA menyuguhkan 59 jenis makanan kecil, 5 jenis rebusan, 10 jenis permen, dan 17 minuman.
Semuanya bisa dinikmati gratis, meski ada syarat yang mengiringi yaitu pengunjung harus membuat Instagram Story, men-tag akun @goodlifeBCA, dan menyertakan hashtag #BaktiBCA dan #BCAExpoversary2026.
Unggahan ini kemudian bisa ditukarkan dengan 2 makanan kecil dan 1 minuman. Dengan tempat duduk yang didesain seperti angkringan, para pengunjung dapat duduk menyantap makanan di keempat sisi warung.
Dengan berbagai penawaran tersebut, Presiden Direktur BCA Hendra Lembong berharap baik nasabah ataupun pengunjung BCA Expoversary 2026 ini, bukan hanya sekedar mampir saja, melainkan bisa membelanjakan uangnya.
"Saya titip kepada bapak ibu di sini, yang penting jangan lihat-lihat saja, tapi belanja. Kita semua tahu, pemerintah mau menaikan ekonomi Indonesia, tapi itu tergantung bapak ibu,"ujarnya, dkutip Minggu (8/2/2026).
Hendra juga mengungkapkan, BCA Expoversary merupakan momentum BCA memperkuat hubungan dengan nasabah dan mitra. BCA Expoversary hadir untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional dan memfasilitasi masyarakat dalam berbelanja.
BCA Perkuat Mitigasi Cegah Kredit Macet Pembiayaan KPR
Perbesar
Sebelumnya, Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet pada nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada 2025 mencapai 1,7 % dari jumlah total nasabah KPR. Meski begitu, angka tersebut diklaim masih di bawah rata-rata perbankan di Indonesia.
"Kalau lihat dari sisi NPL memang secara industri itu tahun 2025 memang naik ya, tapi kita, posisi kita di KPR BCA itu masih di bawah industri, 1,7 persen,"ungkap Senior Vice President (SVP) Consumer Credit BCA Melani Megawati, saat BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Kabupaten Tangerang.
Meski masih ada kredit macet sebesar 1,7 persen, Melani mengaku, angka tersebut di antara rata-rata bank penyalur KPR, NPL di BCA yang paling rendah. Sehingga masih dikatakan sehat di dunia KPR.
Pengalaman pada 2025, lanjut Melani, faktor yang berdampak signifikan adalah kondisi ketenagakerjaan yang memicu meningkatnya risiko kredit bermasalah akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Memang tahun lalu banyak tantangan karena kondisi ekonomi, termasuk faktor tenaga kerja yang berdampak pada kemampuan masyarakat membeli rumah. Hal itu juga berpengaruh terhadap risiko kredit bermasalah,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, BCA mencatat portofolio kredit pemilikan rumah tetap tumbuh dan mencapai target. Sepanjang 2025, portofolio KPR BCA tercatat mencapai Rp143 triliun.
BCA pun memperkuat strategi mitigasi risiko untuk mencegah kredit macet hingga gagal bayar pada pembiayaan KPR. Langkah ini dilakukan melalui pendalaman analisis calon debitur di tengah tantangan ekonomi yang sempat menekan daya beli masyarakat pada tahun lalu.
"Strategi utama kami adalah memperdalam analisa pembeli sehingga potensi risiko bisa diminimalkan. Mitigasi kredit bermasalah menjadi fokus utama agar kualitas pembiayaan tetap terjaga,” katanya.
Tahun 2026 Tren Masih Positif
Perbesar
Lalu, memasuki tahun 2026, BCA melihat permintaan KPR masih menunjukkan tren stabil pada awal tahun. Optimisme ini didukung sejumlah kebijakan pemerintah, salah satunya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang dinilai mampu mendorong minat masyarakat membeli hunian.
Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol baru dan pengembangan MRT, juga turut meningkatkan daya tarik kawasan hunian baru. Kehadiran akses transportasi dan konektivitas yang semakin baik dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan penjualan properti.
Terbaru, BCA juga terus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yakni program KPR Rumah Sejahtera yang mendukung program pemerintah dalam penyediaan hunian subsidi serta selaras dengan target pembangunan tiga juta rumah.
“Melalui KPR Rumah Sejahtera, masyarakat yang membutuhkan rumah khususnya segmen MBR dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau,” kata Melani.
BCA
bank
ekonomi
BCA Expoversary
Kuliner
makanan
Advertisement
Septian DenyTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan




