Andrea Dovizioso: MotoGP 2026 Tantangan Baru bagi Marc Marquez
Logika News - KOMPAS.com - Legenda balap sekaligus penguji coba untuk tim Yamaha, Andrea Dovizioso, memberikan pandangannya terkait persaingan di MotoGP 2026.
Andrea Dovizioso memprediksi bahwa ajang MotoGP 2026 akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat bagi pembalap andalan Ducati Lenovo, Marc Marquez.
Meskipun Andrea Dovizioso mengakui potensi dominasi pembalap asal Spanyol tersebut masih sangat kuat, ia melihat adanya pergeseran peta kekuatan di lintasan.
Menurutnya, respons dan kesiapan tim-tim rival akan menjadi pembeda besar dibandingkan musim sebelumnya, sehingga persaingan memperebutkan podium utama tidak akan berjalan semudah dulu.
Salah satu sorotan utama jatuh pada tim Aprilia. Dovizioso menilai kehadiran Marco Bezzecchi sebagai ancaman serius bagi Marquez.
Bezzecchi menunjukkan performa impresif dalam tes pramusim di Sepang dan Buriram, bahkan memimpin catatan waktu gabungan di Thailand, sementara Marquez sempat mengalami tiga kali kecelakaan.
“Mari kita lihat bagaimana kondisi fisik Marc Marquez,” ujar Andrea Dovizioso dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
“Kita perlu memahami apakah cedera terbarunya akan memengaruhinya atau tidak. Jika Marc tidak terhambat, kita akan kembali ke musim 2025. Bagaimananpun hasilnya tidak akan sama karena, menurut pendapat saya, para rival Marquez akan siap."
"Tahun lalu, mereka tidak menyangka kekuatan yang luar biasa ini. Sekarang mereka akan mempersulit Marc. Aprilia bisa lebih kompetitif dengan Bezzecchi,” tambahnya.
Kebangkitan Francesco Bagnaia dan Fokus Marquez
Selain tantangan dari tim pabrikan lain, Marquez juga harus mewaspadai rekan setimnya sendiri, Francesco Bagnaia.
Dalam peluncuran tim beberapa waktu lalu, Bagnaia secara terbuka menyatakan ambisinya untuk bangkit setelah musim yang mengecewakan.
“Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat musim ini lebih sulit bagi Marc,” kata Bagnaia saat itu.
Lihat Foto
“Tetapi bagaimanapun juga, ya, kami melakukan tes yang sangat baik dan penting untuk merasakan performa motornya, jadi saya sangat senang,” tuturnya.
Menanggapi insiden kecelakaan saat tes pramusim, Marquez sendiri berdalih bahwa hal tersebut lebih dipicu oleh faktor non-teknis.
Ia menyebut masalah konsentrasi menjadi penyebab utama dirinya kehilangan kendali atas motornya.
"Saya sangat, sangat senang karena perasaan saat mengendarai motor sepanjang pagi ini bagus, dan saya mengendarainya dengan baik," jelas Marquez dikutip dari GPblog.
"Ketiga kecelakaan yang saya alami akhir pekan ini disebabkan oleh kurangnya konsentrasi."




