Warga Iran Siapkan Diri Hadapi Ancaman Perang dengan AS
Sumber Foto: Vietnam.vn
Internasional

Warga Iran Siapkan Diri Hadapi Ancaman Perang dengan AS

Logika News - Warga negara tersebut tengah bersiap-siap menghadapi kemungkinan konflik militer jika negosiasi gagal. Banyak keluarga telah mulai mengemas perlengkapan darurat dan membeli generator untuk bersiap menghadapi pemadaman listrik.

Di platform media sosial, unggahan yang membagikan kiat bertahan hidup dan strategi untuk menghadapi kondisi perang semakin banyak muncul dengan pesan: "Warga Iran harus menyiapkan cukup makanan, obat-obatan, bahan bakar, lilin, dan senter untuk dua minggu."

Ketakutan ini berakar dari ingatan akan "perang 12 hari" antara Iran dan AS serta Israel pada Juni lalu. Saat itu, eksodus besar-besaran penduduk dari Teheran ke pantai Laut Kaspia dan daerah pegunungan sekitarnya menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah di seluruh negeri. Perjalanan yang biasanya memakan waktu sekitar empat jam bisa mencapai 24 jam. Sekarang, banyak orang khawatir konflik di masa depan bisa jauh lebih menghancurkan daripada yang mereka alami.

Sementara publik hidup dalam kecemasan, pihak-pihak yang terlibat tetap mengeluarkan pernyataan yang sangat tegas. Juru bicara Gedung Putih Caroline Leavitt menegaskan kembali pada tanggal 24 Februari bahwa AS memprioritaskan solusi diplomatik tetapi tidak mengesampingkan tindakan militer.

Dia menekankan, "Pilihan utama Presiden Donald Trump selalu diplomasi," tetapi pada saat yang sama menegaskan bahwa dia tidak akan ragu untuk menggunakan kekuatan militer jika perlu.

Pernyataan ini juga secara implisit membantah laporan bahwa para pemimpin militer AS menentang serangan terhadap Iran, dengan menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan Presiden AS.

Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa ini adalah kesempatan bersejarah untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya guna mengatasi kekhawatiran bersama. Namun, ia juga memberikan tantangan langsung kepada AS, dengan menyatakan: "Iran tidak akan melepaskan haknya untuk menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai."