Trump Sinyalkan Kesempatan Investasi Mobil Cina di AS
Ringkasan
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina memperberat kondisi mobil asal Tiongkok yang sulit masuk pasar AS setelah dikenakan tarif impor 100 persen, sehingga kendaraan-kendaraan tersebut hampir tidak dapat masuk ke showroom Amerika.
Donald Trump menyatakan kesiapan menyambut BYD, Geely, Wuling, dan Aion yang mau berinvestasi serta membangun pabrik di AS, dengan catatan keamanan nasional dan ekonomi tidak terganggu.
Analis otomotif mengungkapkan bahwa pabrikan Cina, khususnya Geely, sudah berkomitmen memproduksi mobil di Amerika, sementara mereka juga terus memperluas pasar di Indonesia dengan berbagai model listrik, hybrid, dan bensin.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
KatadataOTO – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina masih memanas. Situasi ini membawa dampak, termasuk pada sektor industri otomotif.
Mobil asal Tiongkok kesulitan menembus pasar Negeri Paman Sam. Otomatis para produsen tidak bisa menjangkau konsumen di sana.
Kondisi tersebut semakin parah setelah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat memberikan tarif impor kepada mobil Cina sebesar 100 persen.
“Hambatan tersebut secara efektif mencegah kendaraan-kendaraan itu masuk ke showroom Amerika,” tulis laporan Carscoops pada Kamis (19/02).
Meski begitu, sikap Donald Trump perlahan melunak. Ia memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.
Trump memberi sinyal akan menyambut dengan tangan terbuka selama BYD, Geely, Wuling hingga Aion mau berinvestasi di Amerika Serikat.
“Jika mereka ingin datang dan membangun pabrik serta memperkerjakan Anda dan teman-teman serta tetangga Anda, itu bagus. Saya menyukai itu (melakukan investasi),” kata Donald Trump.
Tentu pernyataan di atas menjadi peluang besar untuk dimanfaatkan para pabrikan mobil Cina, dalam memasarkan produk mereka di Amerika Serikat.
Sehingga dapat memperluas pasar, sekaligus mempertegas dominasi produk-produk asal Tiongkok secara global.
Apalagi seorang pejabat Gedung Putih memberikan klarifikasi bahwa, pemerintah mendukung investasi asing di sektor manufaktur Amerika Serikat.
Akan tetapi ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, seperti memastikan keamanan nasional dan ekonomi mereka tidak terganggu.
Di sisi lain, BYD hingga Geely diprediksi akan berpikir dua kali untuk menanamkan investasi di Amerika Serikat. Sebab dana yang harus dikeluarkan cukup besar.
Namun peluang bagi mobil Cina di Negeri Paman Sam tetap terbuka. Sehingga tidak menutup kemungkinan kesempatan tersebut dimanfaatkan.
Di sisi lain Lei Xing, analis otomotif mengatakan bahwa sejumlah pabrikan kendaraan roda empat asal Tiongkok, telah menyatakan kesiapan untuk berekspansi ke Amerika.
Mereka berencana membangun pabrik di sana sehingga dapat menjadi pemain baru.
Geely dikabarkan menjadi pabrikan pertama, yang berkomitmen pada produksi di Amerika Serikat dan siap menyambut peluang tersebut.
Patut diketahui, pabrik kendaraan roda empat Tiongkok turut merambah pasar Indonesia. Bahkan mereka memboyong banyak model.
Seperti dengan meniagakan mobil listrik, hybrid sampai kendaraan roda empat bermesin bensin. Hal itu demi memberikan banyak opsi ke konsumen di Tanqah Air.




