Perempuan Beriulou Bentuk Kelompok Simpan Pinjam untuk Pemberdayaan Ekonomi
Sumber Foto: Mentawai Kita
Sosial

Perempuan Beriulou Bentuk Kelompok Simpan Pinjam untuk Pemberdayaan Ekonomi

Logika News - BERIULOU- Semangat kemandirian ekonomi kini tengah tumbuh di kalangan perempuan Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Melalui pelatihan dasar yang difasilitasi oleh Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM), kaum perempuan di desa ini secara resmi menyepakati pembentukan wadah menabung yang diberi nama Kelompok Simalatsat, awal Februari 2026.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pengelolaan Perikanan Skala Kecil yang dijalankan oleh YCMM bekerja sama dengan Blue Ventures. Kehadiran kelompok ini melengkapi upaya pemberdayaan sebelumnya yang fokus pada nelayan tangkap tradisional guna memastikan keselamatan ekosistem kelautan di wilayah kelola masyarakat.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat pesisir adalah tidak adanya akses keuangan formal seperti bank, karena lokasinya berada di kota yang jauh dari desa pesisir. Selain itu nelayan skala kecil yang masih dikategorikan sebagai masyarakat miskin membuat mereka tidak bisa memenuhi banyak persyaratan dari layanan keuangan formal.

Hal ini membuat keluarga nelayan kesulitan menabung untuk masa depan atau sekedar dana ketahanan ketika musim paceklik atau musim badai atau ketika mereka membutuhkan modal untuk usaha. Berbagai faktor ini pula yang membuat beberapa keluarga diantara mereka bergantung kepada layanan keuangan informal untuk meminjam uang dengan bunga tinggi.

Oleh karena itu program inklusi keuangan perlu diwujudkan dimana mereka memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan yang berguna dan terjangkau Serta mentransformasi masyarakat pesisir dalam menangkap peluang ekonomi dan memudahkan mereka untuk mengatasi guncangan ekonomi, seperti biaya kesehatan yang tak terduga atau ketidakpastian musim dan cuaca terkait perubahan iklim.

Peran perempuan dalam kelompok ini—yang didominasi oleh istri nelayan—memiliki kaitan erat dengan keberlanjutan lingkungan laut. Sandang Paruhum dari YCMM menekankan bahwa keterlibatan mereka sangat vital dalam menjaga ekosistem laut agar masyarakat tidak perlu lagi melaut jauh untuk mendapatkan ikan. Dengan stabilitas ekonomi keluarga, tekanan terhadap sumber daya alam berkurang, dan kaum perempuan dapat menjadi benteng desa dalam mengawasi areal laut dari ulah oknum yang merusak, memastikan wilayah tangkap tradisional tetap terjaga.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Kepala Badan Sumber Daya Pengelola Perikanan Desa Beriulou, Marius Tatubeket, yang menyebutkan pentingnya memperhatikan peran perempuan sebagai pengelola utama ekonomi keluarga.

"Perempuan Beriulou adalah perempuan tangguh karena beberapa dari anggota kelompok tersebut ada juga yang merupakan nelayan. Ia turun langsung menembus stigma bahwa nelayan adalah pekerjaan laki-laki saja," tegas Marius.

Langkah ini juga merupakan bagian dari implementasi Peraturan Desa (Perdes) Beriulou tentang Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berbasis Masyarakat. Badan Sumber Daya Pengelola Perikanan tersebut hadir sebagai pelaksana Perdes, yang mencakup berbagai bidang mulai dari tim riset hingga tim pengawas dan penjaga wilayah kelautan yang dikenal sebagai Pokmaswas.

Kelompok Simalatsat memilih Maslan Purba sebagai ketua kelompok, Bimar Gewida sebagai Sekteraris dan Tiara Novianti sebagai bendahara.

Untuk membangun modal kolektif, anggota menyepakati simpanan pokok, simpanan wajib dan sukarela. Pelayanan simpanan dan pertemuan rutin disepakati setiap hari Selasa. Kelompok juga menerapkan denda bagi anggota yang tidak hadir rapat tanpa izin pengurus sebagai bentuk edukasi kedisiplinan. Selain itu, kelompok memiliki dana sosial yang dikumpulkan setiap pertemuan, untuk bantuan kesehatan dan biaya pemakaman, memastikan anggota saling mendukung dalam situasi mendesak.