Peran Logika dalam Memahami Hakikat dan Metafisika
Sumber Foto: Kompasiana.com
Logika Utama

Peran Logika dalam Memahami Hakikat dan Metafisika

MENGAPA LOGIKA HARUS "TUNDUK" PADA HAKIKAT ?

(Sebuah Refleksi Epistemologis dan Metafisis)

Dalam sejarah peradaban ilmu pengetahuan, kita menyaksikan adanya pembagian wilayah pengetahuan yang kadang tidak selalu kita disadari secara jernih-karena orang kadang hanya fokus pada satu pendekatan ilmiah tertentu

Di satu sisi, empirisme berkuasa di wilayah fisik-ia menjadi fondasi utama sains modern. Kebenaran diukur melalui verifikasi inderawi: apa yang dapat diamati, diuji, dan direplikasi. Namun, keunggulan ini sekaligus menjadi batasnya. Empirisme tidak pernah dirancang untuk menjawab pertanyaan seperti:

Apa sebab pertama dari segala yang ada?

Apa makna keberadaan?

Mengapa sesuatu ada daripada tidak ada?

Pertanyaan-pertanyaan ini melampaui wilayah observasi. Maka, ketika empirisme dipaksakan masuk ke ranah metafisika, yang terjadi bukan perluasan ilmu-melainkan kontradiksi epistemologis. Ia kehilangan pijakan dasarnya sendiri. Masuk ke wilayah metafisika memerlukan estafet ilmu

Maka ketika empirisme menemui batasnya, manusia beralih kepada rasionalisme,dengan logika sebagai instrumen utamanya.Metafisika memiliki salah satu alat utama yang sering di gunakan dalam dunia filsafat : logika - yang bertumpu pada kemampuan akal dalam berpikir sistematis

Logika memungkinkan manusia:

>Menyusun argumen secara sistematis

>Menjangkau hal-hal yang tak terindera

>Merumuskan konsep-konsep metafisis seperti "sebab pertama", "substansi", dan "keberadaan"

Tokoh seperti Immanuel Kant bahkan menunjukkan bahwa akal memiliki struktur sendiri dalam memahami realitas, meskipun ia juga mengingatkan bahwa akal memiliki batas.

Logika tidak pernah berdiri dalam ruang hampa. Ia selalu bekerja berdasarkan:

>premis awal,

>asumsi dasar,

dan kerangka konseptual tertentu.

Akibatnya, dari satu alat yang sama yang bernama logika bisa lahir beragam sistem metafisika :

>Idealisme

>Materialisme

>Dualisme

>Monisme

Dalam ranah logika orang bisa berangkat dari kacamata-cara pandang yang berbeda beda-juga visi misi yang berbeda-ini yang membuat dari ranah logika muncul orientasi pemikiran yang berbeda beda

Maka ranah filsafat identik dengan keragaman > keragaman aliran ontologis hingga orientasi pemikiran-mazhab pemikiran

Tokoh seperti Bertrand Russell misal menunjukkan kejernihan logika analitik, sementara yang lain menghasilkan sistem metafisika yang sangat berbeda sama sekali

Lihat Edu Selengkapnya