Pengendalian Diri: Kunci Seimbang Emosi dan Logika di Kalangan Muda
Daerah 3T
Sumenep
Oleh - Sandri Setiawan,
RRI.CO.ID, Sumenep_Pengendalian diri atau self control menjadi kunci utama dalam menyeimbangkan rasionalitas dan emosionalitas, khususnya di kalangan anak muda. Hal ini disampaikan oleh Noor Izdiyana, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bahauddin Mudhary Madura (UNIBA) sekaligus Founder Majlis Kaffain, dalam siaran interaktif di Pro 2 RRI.
Dalam dialog tersebut, Noor menekankan bahwa manusia tidak bisa hanya mengandalkan logika atau emosi secara terpisah dalam mengambil keputusan. Keduanya harus berjalan beriringan sesuai dengan situasi yang dihadapi.
“Kalau kita mau ambil keputusan itu tidak bisa hanya mengandalkan rasio atau emosi saja. Harus ada keseimbangan, meskipun porsinya bisa berbeda pada setiap orang,” ujar Noor Izdiyana.
Ia menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat dua kecenderungan, yakni dorongan menuju kebaikan dan keburukan. Oleh karena itu, pengendalian diri menjadi faktor penting agar seseorang mampu mengarahkan perilakunya ke arah yang positif.
“Di dalam diri kita itu ada dua unsur, yaitu kecenderungan baik dan buruk. Kalau yang lebih dominan adalah yang buruk, maka yang keluar juga perilaku negatif. Sebaliknya, kalau kita perbanyak nilai kebaikan, maka yang muncul juga hal-hal positif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Noor mencontohkan bahwa pengendalian diri dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, kesadaran diri menjadi fondasi utama dalam membangun kebiasaan baik.
“Motivasi dari luar itu penting, tapi kalau dari diri sendiri tidak ada kesadaran, kita tidak akan bisa bertindak. Jadi harus dimulai dari diri sendiri,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran lingkungan dan keteladanan dalam membentuk karakter, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, memberikan contoh nyata lebih efektif dibandingkan sekadar nasihat.
“Nasihat yang paling bisa masuk itu adalah contoh. Jadi jangan hanya bicara, tapi harus ada tindakan nyata,”kata Noor.
Dalam konteks generasi muda, ia mengingatkan agar penggunaan media sosial tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga dimanfaatkan untuk hal-hal positif yang dapat meningkatkan kualitas diri.
Melalui diskusi tersebut, pendengar diajak untuk lebih memahami pentingnya pengendalian diri sebagai bagian dari proses pendewasaan, sekaligus sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan yang penuh tantangan.
Kata Kunci / Tags
self control




