Nurrahmah, Perempuan Penyandang Disabilitas, Diusulkan Terima Bantuan Sosial di Pamekasan
Sumber Foto: Kompas.com
Sosial

Nurrahmah, Perempuan Penyandang Disabilitas, Diusulkan Terima Bantuan Sosial di Pamekasan

Logika News - PAMEKASAN, KOMPAS.com - Nurrahmah (46), warga Dusun Soloh, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur akhirnya diusulkan menerima bantuan sosial (Bansos), Kamis (26/2/2026).

Nurrahmah selama ini mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan menyekolahkan anaknya, Kholifatun Nadiah (16), harus bergantung kepada saudara kandungnya.

Ketua Tim Kabupaten Program Keluarga Harapan (Katimkab PKH) Pamekasan, Lukman Hakim mengaku sudah mendatangi rumah Nurrahmah dan mengusulkan untuk menerima bantuan.

"Sudah diproses pengajuan PBID sekarang. Semoga masuk desil 1-5," katanya.

Lukman Hakim mengatakan, setelah dicek, Nurrahmah tidak terdata sebagai penerima bansos. karena masih masuk desil 6-10.

Kini, data Nurrahmah diusulkan bisa masuk desil 1-5. Pendamping PKH sudah melakukan pengecekan ke rumah Nurrahmah.

Menurutnya, sebagai langkah konkret pemerintah daerah untuk mendukung bantuan tepat sasaran, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) no 4 tantang DTSEN, Nurrahmah langsung didatangi untuk dikroscek kondisi dan keberadaannya.

"Setelah ada laporan, langsung kami tindaklanjuti. Pendamping sudah melakukan assessment," ucapnya.

Meski begitu, kata Lukman Hakim, tetap menunggu persetujuan pemerintah pusat. Sebab ada mekanisme khusus dan tahapan pada proses pemutakhiran data.

"Kami berharap segera disetujui dan bisa menerima bantuan," imbuhnya.

Nurrahmah mengaku senang setelah diajukan untuk menerima bantuan. Diakuinya, selama ini sejak mengalami lumpuh hanya bisa pasrah.

"Saya sangat senang dan semoga benar-benar bisa menerima bantuan," harapnya.

Seperti yang diberitakan Kompas.com pada Jumat (13/2/2026), Nurrahmah mengalami kelumpuhan akibat penyakit yang dideritanya.

Sejak itu, ia dan anaknya dirawat saudaranya, Nurrayah (60) yang juga mengalami keterbatasan ekonomi.

Tidak hanya sulit untuk makan, anak kandungnya, Kholifafun Nadiah sering tidak punya uang saku ke sekolah. Bahkan harus berjalan kaki menunggu tumpangan menuju sekolah.

Nurrahmah mengaku sejak lumpuh lima tahun lebih, dirinya tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.