Media Sosial Permudah Pengungkapan Perdagangan Anak
Sumber Foto: Kompas.tv
Sosial

Media Sosial Permudah Pengungkapan Perdagangan Anak

Logika News - Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan penyidik perempuan dan anak, Brigjen Pol (purn) Yosepha Sri Suari berpendapat penjualan bayi melalui media sosial lebih mudah terungkap.

Yosepha menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan tentang pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan korban anak yang transaksinya melalui media sosial.

“Hemat saya lebih mudah. Hemat saya lebih mudah, karena informasi itu kita bisa searching dibanding sebelum-sebelumnya,” kata dia dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Rabu (25/2/2026).

Sebelum muncul penjualan anak atau bayi melalui media sosial, kata dia, pengungkapan biasanya dilakukan setelah korban ditelantarkan oleh pengadopsi.

Baca Juga: Anak Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Ibu Kandung Laporkan Mantan Suami Atas Dugaan Penelantaran Anak

“Sebelumnya itu biasanya kita bisa mendapatkan proses begini, begitu setelah terjadi penelantaran terhadap anak adopsi, baru kita runut ke belakang,” jelasnya.

“Tapi kalau melalui media sosial, kita rajin melakukan operasi atau cyber patrol, maka ini jauh lebih mudah,” tegasnya.

Sebelumnya Kompas.TV memberitakan, polisi membekuk HA (31), tersangka kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) saat akan menjual seorang bayi berusia tiga hari.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Selasa (24/2/2026), menjelaskan, tersangka ditangkap di kawasan Sukarami pada Minggu (22/2/2026).

Penangkapan dilakukan oleh tim Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Sumsel.

Dalam kasus tersebut, seorang bayi perempuan yang baru berusia tiga hari diduga akan diperjualbelikan seharga Rp52 juta.

Baca Juga: Bareskrim Polri Tetapkan 12 Tersangka Kasus TPPO Modus Jual Beli Bayi

"Kasus ini kami tangani dengan pendekatan TPPO. Penyidik tidak hanya memproses pelaku yang tertangkap tangan, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas," kata dia, seperti dikutip Antara.

Pengungkapan kasus itu berawal dari patroli siber yang mendeteksi adanya penawaran adopsi ilegal melalui media sosial.

TAG : tindak pidana perdagangan orang tppo perdagangan bayi penjualan bayi perdagangan anak

Sumber : Kompas TV

KOMPASTV SHORTS

Prabowo Terpukul Liat Data Ekonomi: Konsisten Tumbuh tapi Kemiskinan Naik #short

Kemlu Israel Sebut Ratusan Aktivis Dipindahkan ke Kapal-Kapal Menuju Negaranya #short

9 WNI yang Ditangkap Israel dalam Kondisi Sehat dan Baik-Baik Saja #short

Analis Sebut Pemerintahan Prabowo Dihukum Pasar karena Tutupi Situasi Ekonomi dari Rakyat #short

KSP Dudung Beberkan Langkah Pemerintah soal Penangkapan WNI oleh Militer Israel #short

Lihat Semua

BERITA LAINNYA

Peristiwa

Bank Indonesia Naikkan BI Rate ke 5,25% Mei 2026, Ini Alasannya

21 Mei 2026, 00:45 WIB

Peristiwa

[FULL] Roy Suryo Cs Laporkan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya Terkait Buku Gibran End Game

21 Mei 2026, 00:44 WIB

SATU MEJA

WNI Relawan Global Sumud Flotilla Ditangkap Israel, Pakar: Jangan Sampai Israel Manfaatkan Indonesia

21 Mei 2026, 00:33 WIB

SATU MEJA

Dave Laksono soal WNI Ditahan Israel: Keluar dari BoP Harus Hitung Untung-Rugi

21 Mei 2026, 00:29 WIB

SATU MEJA

Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Ashdod hingga Pakar Sebut Indonesia “Dijebak” AS di BoP

21 Mei 2026, 00:27 WIB

Peristiwa

Presiden Prabowo ke Menkeu Purbaya: Kalau Pimpinan Bea Cukai Tak Mampu, Segera Ganti!

21 Mei 2026, 00:25 WIB

SATU MEJA

Pemred Republika Beberkan Fakta Komunikasi Intensif dari Grup Kapal Global Sumud Flotilla |SATU MEJA

21 Mei 2026, 00:23 WIB

SATU MEJA

KERAS! Pakar Kritik Respons Diplomasi RI saat WNI Relawan Global Sumud Flotilla Ditangkap Israel

21 Mei 2026, 00:18 WIB

Peristiwa

Dokter di Sidang Pengadilan Militer: Andrie Yunus Hanya Bisa Lihat Cahaya, Tak Bisa Baca Huruf

21 Mei 2026, 00:17 WIB

Peristiwa

Dokter Buka-bukaan soal Kerusakan Mata Andrie Yunus akibat Air Keras

21 Mei 2026, 00:15 WIB