Logika News - KOMPAS.com - Legenda MotoGP, Giacomo Agostini menyebut bahwa Marc Marquez tak akan tampil santai dan akan mengincar podium di balapan perdana musim MotoGP 2026.
Semua mata tertuju pada Marc Marquez jelang seri perdana MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand pada Minggu (1/3/2026).
Pasalnya, Marc Marquez diprediksi akan coba kembali mengejar gelar juara MotoGP 2026 demi melebih catatan gelar Valentino Rossi.
Seperti diketahui, baik Marc Marquez dan Valentino Rossi kini telah mencatatkan tujuh gelar juara dunia MotoGP.
Mengingat kondisi tersebut, pebalap Ducati ini tentu akan memaksimalkan diri untuk bisa kembali meraih prestasi maksimal sedini mungkin.
Marquez Akan Kesulitan di Fase Awal MotoGP 2026
Lihat Foto
Namun, legenda sekaligus peraih gelar juara dunia terbanyak MotoGP sebanyak 15 gelar, Giacomo Agostini, menyatakan sebaliknya.
Seperti dilansir dari Motosan.es Agostini berkelakar bahwa Marquez tidak akan mencoba untuk melampaui raihan gelar juaranya.
"Dia [Marquez] adalah juara dunia, jadi dialah orang yang harus dikalahkan. Tahun lalu dia mengalami cedera dan harus absen di beberapa balapan terakhir," ujar Agostini.
"Ini bisa memengaruhinya, setidaknya di fase awal ini. Tidak diragukan lagi, para rivalnya akan agresif dan saya mengharapkan kejuaraan yang sangat menarik," imbuhnya.
Menurut Agostini, dengan kondisi Marquez yang pada musim 2025 mendapatkan banyak cedera, disinyalir bahwa pebalap asal Spanyol ini tidak akan berusaha keras untuk meraih juara di setiap seri.
Marquez Punya Saingan dari Pabrikan Lain
Agostini mengungkapkan bahwa banyak pabrikan dan pebalapnya yang menyiapkan diri dengan baik untuk menyaingi Marquez pada musim MotoGP 2026.
Sebut saja, Aprilia bersama dengan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin yang siap mencoba merebut gelar dari Ducati.
Selain itu, Agostini juga memperhitungkan rekan se-tim Marquez di Ducati, Pecco Bagnaia yang gagal tampil bagus pada musim MotoGP 2025.
"Apa yang membedakan Marquez dengan yang lain? mentalitasnya. Dia adalah pembalap yang ingin menang dengan segala cara," ujar Agostini.
"Suatu hari, saat berbicara dengannya, dia berkata kepada saya bahwa jika dia harus berjuang untuk posisi kelima atau keenam, dia akan mundur. Bagi Márquez, tujuan minimum adalah podium," imbuh Agostini.