Kunjungan Pejabat AS ke USS Abraham Lincoln Picu Ancaman Iran terhadap Pangkalan Militer
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN — Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat menyusul kunjungan dua negosiator utama Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab, Sabtu (7/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan tak lama setelah putaran pertama negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Oman pada Jumat (6/2/2026).
Informasi itu dibagikan oleh Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) melalui unggahan di media sosial, sebagaimana dikutip AFP, Minggu (8/2/2026).
Dalam unggahan terpisah di akun media sosial pribadinya, Witkoff menyebut kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kelompok serangannya sebagai simbol kekuatan yang menjaga keamanan Amerika Serikat.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran militer tersebut mencerminkan pesan “perdamaian melalui kekuatan” yang diusung Presiden Donald Trump.
Menanggapi kunjungan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi langsung melontarkan peringatan tegas.
Ia menyatakan Teheran akan menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut jika Iran diserang.
Araghchi juga kembali menegaskan sikap keras Iran terkait batasan dalam proses negosiasi dengan Washington.
Menurutnya, program rudal Iran sama sekali tidak masuk dalam agenda yang dapat dinegosiasikan dalam perundingan di Oman.
“Rudal Iran tidak pernah bisa dinegosiasikan karena berkaitan langsung dengan pertahanan nasional,” ujar Araghchi.
Selain itu, ia menekankan bahwa pengayaan nuklir merupakan hak Iran yang tidak dapat diganggu gugat oleh pihak mana pun.
Meski demikian, Iran menyatakan tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan terkait pengayaan nuklir selama dilakukan secara adil dan saling menghormati.
“Kami siap mencapai kesepakatan yang meyakinkan mengenai pengayaan nuklir,” kata Araghchi.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Teheran yang tetap kukuh di tengah meningkatnya ketegangan regional dan upaya diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat.




