Khofifah Dukung RSUD Dr Soetomo Ikuti Konferensi Pendidikan Kedokteran Internasional
Logika News - Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung partisipasi RSUD Dr Soetomo Surabaya dalam Annual Educational Conference (AEC) 2026 yang digelar Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME) di San Diego, Amerika Serikat.
“Partisipasi RSUD Dr Soetomo dalam konferensi ACGME ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan kedokteran di Jawa Timur agar selaras dengan standar internasional," ujarnya di Surabaya, Selasa.
Menurut Khofifah, keikutsertaan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan profesi kedokteran bertaraf global.
Ia menjelaskan, RSUD Dr Soetomo berkesempatan mendapatkan undangan untuk berpartisipasi dalam konferensi yang diikuti rumah sakit dari berbagai negara.
Peran strategis rumah sakit sebagai rumah sakit pendidikan serta calon Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) menjadi salah satu pertimbangan.
Khofifah berharap, delegasi RSUD Dr Soetomo dapat memperkaya wawasan secara holistik terkait standar global pendidikan profesi, sekaligus melakukan evaluasi dan penguatan sistem pendidikan yang telah berjalan.
“Peningkatan kualitas layanan kesehatan harus dimulai dari pendidikan yang unggul. Oleh karena itu, kami mendorong RSUD Dr Soetomo untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan global, dan menjadi pusat pendidikan kedokteran yang berdaya saing internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr Soetomo Prof Cita Rosita menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ACGME AEC 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat sistem pendidikan profesi kedokteran yang terstandar internasional.
“Partisipasi dalam konferensi ACGME ini memberikan kesempatan bagi kami untuk belajar langsung dari praktik terbaik di tingkat global. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem pendidikan residen dan fellow di RSUD Dr Soetomo terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada keselamatan pasien dan mutu layanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pembelajaran dari forum internasional itu akan menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan dalam pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran, dan tata kelola pendidikan profesi di RSUD Dr Soetomo.
“Kami berkomitmen mengimplementasikan standar pendidikan kedokteran internasional secara bertahap dan berkelanjutan. Harapan kami, RSUD Dr Seotomo tidak hanya menjadi rumah sakit rujukan nasional, tetapi juga pusat pendidikan kedokteran yang unggul dan kompetitif di tingkat global,” tambahnya.
Konferensi pendidikan tahunan ACGME merupakan ajang pembelajaran di bidang pendidikan kedokteran pascasarjana atau Graduate Medical Education (GME) yang diikuti lebih dari 5.000 profesional dunia, termasuk pendidik, pemimpin, dan inovator kedokteran akademik.
Mengusung tema “Meaning in Medicine”, konferensi tersebut menekankan penyelarasan nilai pribadi dan profesional, peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan, serta penguatan kolaborasi dalam sistem pelayanan kesehatan.




