Logika News - Ringkasan Berita:
Dua Pembalap Indonesia akan meramaikan MotoGP 2026 di dua kelas berbeda
Mario Suryo Aji siap tampil di Moto2 dengan keunggulan di trek basah.
Veda Ega Pratama debut di Moto3 dengan modal kemenangan di Buriram.
Seri perdana MotoGP 2026 berlangsung 27 Feb–1 Mar, disiarkan Trans7 dan Vidio.com.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Seri perdana MotoGP 2026 di Buriram akhir pekan ini menjadi sorotan publik Indonesia, sebab Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama siap membuka musim dengan ambisi besar di kelas masing-masing bersama Honda Team Asia.
Ya, dua pembalap Indonesia akan ikut ambil bagian dalam MotoGP 2026 di kelas yang berbeda.
Saat ini, Mario Suryo Aji memasuki musim ketiganya di kelas Moto2 dengan tekad memperbaiki pencapaian sebelumnya.
Tes pramusim di Jerez dan Portimao menunjukkan peningkatan signifikan dalam performanya.
Dalam simulasi long run di Portimao, Mario mencatat waktu 35 menit 47,254, lebih cepat lima detik dari percobaan sebelumnya.
Catatan ini bahkan lebih baik daripada pembalap yang finis ke-11 pada GP Portugal musim lalu.
Jika lap pertama Mario secepat long run hari pertama, ia berpotensi finis di posisi kesembilan.
Namun, persaingan ketat membuatnya harus tetap waspada terhadap peningkatan kecepatan rival.
Mario hanya menempati urutan ke-18 dalam catatan waktu terbaik, meski time attack-nya lebih cepat dari pole sitter GP Portugal 2025. Hal ini menunjukkan potensi besar yang belum sepenuhnya terwujud.
Keuntungan bagi Mario adalah cuaca. Prakiraan Direction MotoGP menyebutkan potensi hujan pada Minggu pukul 13.00 WIB, tepat sebelum balapan Moto2 dimulai pukul 13.15 WIB.
Mario dikenal cepat di trek basah.
Pada musim debutnya di Moto3 tahun 2022, ia dua kali merebut tiga besar kualifikasi saat hujan.
Posisi finis 10 besar pertamanya di Moto2 Americas musim lalu juga terjadi di lintasan basah.
Hal ini menambah keyakinan bahwa Mario bisa memanfaatkan kondisi cuaca di Buriram.