Dewan Perdamaian Trump: Harapan Baru untuk Gaza atau Sekadar Kontroversi?
Sumber Foto: Serambinews.com
Internasional

Dewan Perdamaian Trump: Harapan Baru untuk Gaza atau Sekadar Kontroversi?

Dewan Perdamaian Versi Trump Dimulai, Akankah Gaza Benar-Benar Berubah?

Tayang:

lihat foto

Istimewa

Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, yang membawa Presiden Donald Trump.

Dewan Perdamaian Versi Trump Dimulai, Akankah Gaza Benar-Benar Berubah?

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan puncak pertama bertajuk Dewan Perdamaian di Washington, DC, pada Kamis (19/2/2026).

Dilansir melalui kantor berita Aljazeera (19/2/2026), pertemuan ini menjadi ajang pembuktian awal bagi pemerintahan Trump untuk menunjukkan bahwa dewan baru tersebut mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam upaya penanganan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

KTT ini digelar hampir tiga bulan setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui rencana gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat.

Dalam resolusi tersebut, Dewan Perdamaian diberi mandat selama dua tahun untuk mengawasi proses rekonstruksi Gaza serta pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional.

Baca juga: AS Kerahkan Lebih dari 50 Jet Tempur dan Kapal Induk Raksasa ke Dekat Iran, Tunggu Perintah Trump

Namun, sejak awal, keberadaan dewan ini menuai kontroversi dan skeptisisme, termasuk dari sejumlah negara yang justru menjadi penandatangan keanggotaannya.

Keraguan muncul karena Israel dinilai terus melakukan pelanggaran gencatan senjata di Gaza, sementara dewan tersebut belum menunjukkan langkah konkret.

Selain itu, hingga menjelang pertemuan perdana ini, Dewan Perdamaian belum memiliki perwakilan Palestina, yang dianggap banyak pengamat sebagai kelemahan mendasar.

“Yang ingin ditunjukkan Trump adalah bahwa orang-orang mau berpartisipasi dan percaya pada visinya,” kata Yousef Munayyer, Kepala Program Israel–Palestina di Arab Center Washington DC.

Baca juga: AS Siapkan Operasi Militer ke Iran, Serangan Tinggal Tunggu Perintah Trump

“Namun, saya rasa tidak akan ada komitmen besar sampai persoalan politik utama benar-benar dijawab,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Munayyer menilai Dewan Perdamaian saat ini masih menjadi satu-satunya wadah internasional yang tersedia bagi negara-negara yang ingin membantu memperbaiki kondisi Gaza.

Meski begitu, ia menegaskan keberhasilan dewan tersebut sangat bergantung pada sosok Trump sendiri.

“Dewan ini sangat terkait dengan Trump, dan itu menimbulkan pertanyaan besar tentang keberlanjutannya,” katanya.

Data terbaru menunjukkan krisis kemanusiaan di Gaza masih sangat parah. Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas.

Baca juga: Khamenei Peringatkan Trump: Amerika Serikat Tak Akan Pernah Berhasil Hancurkan Iran

Hampir seluruh dari 2,1 juta penduduk Gaza mengungsi, sementara lebih dari 80 persen bangunan mengalami kerusakan berat atau hancur total.

Sumber: Serambi Indonesia

Halaman 1/2

1 2

Tags

Israel

Palestina

Trump

Gaza

Serambinews

Serambi Indonesia

Rekomendasi untuk Anda

Kunjungi Kami.

Body Care

Aurora Inulin Berries: Minuman Nutrisi Alami untuk Pencernaan dan Tubuh Lebih Sehat

Body Care

Review GENTLY Mamacare Deodorant Brightening Serum: Aman untuk Bumil dan Busui

Hair Care

5 Rekomendasi Hair Serum untuk Rambut Bercabang: Solusi Perawatan Rambut Di Rumah

Produk Home Care

4 Rekomendasi Pembersih Jamur Black Mold dan Lumut Tembok Rumah

Produk Handphone

5 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan dengan Baterai Besar untuk Aktivitas Seharian

Make Up

4 Rekomendasi Skin Tint untuk Semua Jenis Kulit Mulai 50 Ribuan

Berita Terkait: #Konflik Israel dan Palestina

Ramadhan di Gaza: Lentera Kecil di Tengah Gencatan Senjata Rapuh dan Bayang-Bayang Perang

Gencatan Senjata Baru Dimulai, Tapi Israel Kembali Serang Gaza? 6 Orang Dilaporkan Tewas

Italia dan Spanyol Kerahkan Kapal untuk Bantu Armada Bantuan ke Gaza

Israel Serang Pemimpin Hamas di Doha, PM Qatar Murka: Disebut Upaya Gagalkan Gencatan Senjata Gaza

Donald Trump Klaim Israel Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza, Desak Hamas Terima Kesepakatan

Video Pilihan

Resmi! Pemerintah Tetapkan WFH ASN Tiap Hari Jumat untuk Hemat Energi Buntut Perang di Timur Tengah

Ikuti kami di