Carmelo Ezpeleta Kecewa Pembalap MotoGP Sudah Pikirkan Tim Baru Sebelum Musim Dimulai
Olahraga

Carmelo Ezpeleta Kecewa Pembalap MotoGP Sudah Pikirkan Tim Baru Sebelum Musim Dimulai

Logika News - Ringkasan Berita:

Petinggi MotoGP Sport Entertainment SL Carmelo Ezpeleta jengkel karena ada pembalap tim pabrikan yang dianggap tak profesional jelang balapan MotoGP Thailand 2026 di Buriram akhir pekan ini

Salah seorang petinggi tim pabrikan menyebut ada pembalapnya yang memikirkan tim barunya di MotoGP 2027 ketika musim 2026 belum dimulai

Dugaan pembalap yang bermasalah tersebut antara Jorge Martin atau Pedro Acosta

TRIBUNNEWS.COM - Bos MotoGP, Carmelo Ezpeleta dibuat jengkel karena adanya aduan salah satu petinggi tim pabrikan yang merasa pembalapnya tak profesional jelang balapan perdana MotoGP 2026.

Salah seorang pembalap tim pabrikan di MotoGP, mengeluhkan pembalapnya sudah memikirkan tim yang akan dia perkuat pada musim 2027.

Hal ini disayangkan oleh petinggi tim pabrikan MotoGP tersebut, mengingat musim MotoGP 2026 saja belum dimulai.

Balapan perdana MotoGP 2026 bertajuk MotoGP Thailand akan berlangsung di Sirkuit Buriram, Jumat (27/2) hingga Minggu (1/3).

"Saya akan membayar pembalap bintang saya tiga juta euro, dan sepanjang musim dia akan memikirkan motor berikutnya, bukan motor saya.” keluh seorang petinggi tim pabrikan MotoGP kepada Carmelo Ezpeleta, seperti dilaporkan media yang berbasis di Catalunya, Elperiodico.

Dalam laporan sumber yang sama, Carmelo Ezpeleta geram atas insiden tersebut yang dinilai menunjukkan sikap tidak profesional sebagai rider.

Clue dari pembalap yang bermasalah itu mengarah kepada antara Jorge Martin atau Pedro Acosta. Sebab, petinggi tim pabrikan itu menyebut pembalap dengan spesifik gaji yang diterima.

Mengerucutnya antara Martin atau Acosta berkaca dari status keduanya.

Jika itu adalah Pecco Bagnaia jelas tidak mungkin. Benar adanya Pecco Bagnaia diisukan akan hengkang dari Ducati Lenovo Team, setelah Ducati masih menarik-ulur kontraknya.

Apalagi Italiano berusia 29 tahun ini dalam laporan beberapa media yang berbasis motorsport Internasional, tinggal menunggu waktu diumumkan sebagai pembalap pabrikan Aprilia, yang menyodorkan kontrak berdurasi empat tahun.

Gaji Pecco Bagnaia pun tidak berada di angka tersebut, melainkan mencapai 7 juta Euro di Ducati, berkat gelar juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 yang dipersembahkannya.

Pun hal berlaku dengan Fabio Quartararo.

Pembalap asal Nice, Prancis ini disebut akan hengkang dari Monster Energy Yamaha.

Juara dunia MotoGP 2021 ini disebut akan 'membelot' ke sesama pabrikan Jepang, Honda Racing Corporation. Tetapi clue-nya tidak mengarah kepada pembalap berjuluk El Diablo ini, mengingat dirinya berstatus sebagai pembalap termahal dengan gaji mencapai 12 juta Euro.

Adapun Luca Marini-Joan Mir (Honda), Brad Binder (KTM), serta Marco Bezzecchi (Aprilia), masih 'anyep' di bursa transfer pembalap MotoGP untuk musim 2027.

You can share this post!