Bupati Lembata Dorong ASN Baru Jadi Penggerak Perubahan Sektor Pertanian
Sumber Foto: jurnalpolisi.co.id
Nasional

Bupati Lembata Dorong ASN Baru Jadi Penggerak Perubahan Sektor Pertanian

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, melontarkan pesan keras kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) agar tidak terjebak dalam zona nyaman birokrasi. Ia menegaskan, ASN baru harus tampil sebagai mesin perubahan bagi sektor pertanian dan peternakan, bukan sekadar penambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pesan tegas itu disampaikan saat audiensi CPNS Distan KP usai menuntaskan Latihan Dasar (Latsar) CPNS 2025, di ruang rapat Bupati, Kamis (06/02/2026). Dalam forum tersebut, Bupati secara terbuka menuntut perubahan mentalitas kerja dan orientasi hasil.

“ASN baru jangan datang hanya untuk menghabiskan anggaran. Kalian harus menjadi mesin perubahan. Kalau hanya menambah beban APBD tanpa prestasi, itu kemunduran,” tegas Bupati di hadapan para CPNS.

Ia menekankan, sektor pertanian dan peternakan membutuhkan lompatan produktivitas, bukan sekadar rutinitas administrasi. Kehadiran aparatur baru harus menjawab persoalan nyata petani dan peternak di lapangan.

“Kita butuh kerja lapangan, bukan tumpukan laporan. Sawah, ladang, dan kandang harus menjadi kantor utama ASN pertanian,” katanya.

Bupati juga menyoroti rendahnya Indeks Pertanaman (IP) jagung di sejumlah wilayah yang masih berkisar satu kali panen per tahun. Menurutnya, kondisi ini harus segera diubah melalui pendampingan teknis, pengelolaan air, serta inovasi pola tanam.

“Kalau IP tidak naik, berarti kita gagal. ASN harus mampu mengubah pola pikir dan pola kerja petani,” ujarnya.

Sebagai bentuk tekanan sekaligus motivasi, pemerintah daerah tengah menyiapkan skema insentif berbasis kinerja bagi penyuluh yang mampu meningkatkan produktivitas dan frekuensi panen di wilayah binaannya.

“Insentif berbasis hasil. Yang kerja sungguh-sungguh akan kami hargai,” tegasnya.

Di sektor peternakan, Bupati menargetkan kemandirian produksi ayam pedaging pada 2026 dan ayam petelur pada 2027, dengan fokus pengembangan ayam, babi, dan sapi sebagai komoditas unggulan.

“Kalau kita ingin mandiri pangan, ASN harus berada di garis depan. Jangan jadi penonton,” tandasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan visi Lembata Maju, Lestari, dan Berdaya Saing sangat bergantung pada kualitas kerja aparatur, khususnya generasi ASN baru yang dinilai memiliki energi, pengetahuan, dan semangat reformasi.

Dengan hadirnya CPNS baru, publik kini menaruh harapan besar akan lahirnya budaya kerja birokrasi yang lebih progresif, adaptif, dan berpihak pada petani serta peternak.